top of page

Kenali 5 Virus Kucing Yang Bisa Menyerang Kapan Saja!

Diperbarui: 18 Jul 2023

Sebagai pemilik kucing, salah satu tanggung jawab utama Anda adalah mengawasi kesehatan kucing Anda dan memastikan bahwa mereka tetap sehat. Ada berbagai virus yang dapat mengancam kesehatan kucing Anda, sehingga penting untuk mengetahui virus dan penyakit umum yang dapat menyerang mereka. Memahami gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahannya adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kucing Anda.


virus kucing, FIP kucing, FIV Pada Kucing, Panleukopenia Pada Kucing, Leukimia Kucing
5 Virus Kucing Yang Bisa Menyerang Kapan Saja!

Lima Virus Kucing yang perlu diwaspadai

Berikut adalah lima Virus pada kucing yang bisa menghantui kucing kesayangan dan juga perlu diwaspadai:

  1. Feline Coronavirus (FCOV)

  2. Feline Infectious Peritonitis (FIP)

  3. Feline Immunodeficiency (FIV)

  4. Feline Leukemia (FeLV)

  5. Feline Panleukopenia (FPV)


Feline Coronavirus (FCoV)

Feline Coronavirus (FCoV) adalah virus yang menyerang kucing dan dapat menyebabkan penyakit pada sistem pencernaan. Virus ini umumnya menyebabkan infeksi ringan, tetapi pada beberapa kasus, dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, seperti Feline Infectious Peritonitis (FIP).


Gejala FCoV Pada Kucing

FCoV menyerang sistem pencernaan kucing. Umumnya tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan diare ringan. Pada populasi kecil kucing yang terinfeksi FCOV, FCOV dapat mengalami mutasi dan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius yang mengarah pada perkembangan Feline infectious peritonitis (FIP). Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua kucing yang terinfeksi FCoV akan mengalami gejala yang sama.


Penyebab FCoV Pada Kucing

FCoV pada kucing umumnya ditularkan melalui kontak dengan feses kucing yang terinfeksi atau melalui air liurnya. Virus ini dapat hidup dalam lingkungan selama beberapa minggu dan dapat ditularkan melalui benda-benda yang terkontaminasi. Kucing yang tinggal dalam lingkungan yang padat atau kucing yang berbagi bak pasir atau peralatan makan juga berisiko lebih tinggi terkena FCoV.


Pengobatan FCoV Pada Kucing

Saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk FCoV yang terbukti efektif. Pada kebanyakan kasus, perawatan suportif diberikan untuk membantu mengatasi gejala yang muncul, seperti menjaga kucing tetap terhidrasi dengan memberikan cairan melalui infus. Jika terjadi infeksi sekunder, dokter hewan biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut. Penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kucing dan mengisolasi kucing yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran virus ke kucing lain.


Feline Infectious Peritonitis atau FIP Kucing

Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah penyakit viral yang menyebabkan peradangan dan kerusakan pada berbagai organ dalam tubuh kucing. FIP disebabkan oleh mutasi dari Feline Coronavirus (FCoV) yang menginfeksi kucing.


Gejala FIP Pada Kucing

Gejala FIP pada kucing dapat bervariasi tergantung pada jenis penyakitnya. FIP Jenis Basah ditandai dengan penumpukan cairan di rongga tubuh, seperti perut atau dada. Gejala lain yang akan muncul seperti demam, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, lesu, dan dan beberapa gejala lainnya. Pada FIP Syaraf, gejala yang terlihat adalah kehilangan keseimbangan tubuh kucing yang membuat kucing berjalan sempoyongan. Dan untuk FIP Okular, adanya gangguan pada mata yang membuat mata kucing terlihat ada awan di bagian mata.


Penyebab FIP Kucing

FIP disebabkan oleh mutasi dari FCoV yang menginfeksi kucing. Meskipun banyak kucing terpapar FCoV, hanya sebagian kecil yang mengembangkan FIP. Faktor genetik dan respons imun individu diyakini memainkan peran dalam perkembangan penyakit ini.


Pengobatan FIP Pada Kucing

Penyakit ini seringkali dianggap tidak bisa disembuhkan, sehingga menjadi momok menakutkan bagi para pemilik kucing. Namun, saat ini, ditemukan pengobatan yang efektif untuk FIP pada kucing, yaitu dengan menggunakan obat FIP yang disebut GS-441524 yang dikembangkan oleh dr Niels Pedersen.


FIV Pada Kucing

Feline Immunodeficiency Virus atau FIV kucing adalah virus yang mengganggu dan melemahkan sistem kekebalan tubuh kucing, yang pada gilirannya membuat kucing berisiko terkena infeksi lain yang berpotensi fatal. Virus ini seperti Human immunodeficiency virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan manusia.


Ciri-ciri FIV Pada Kucing

Ciri-ciri FIV pada kucing yang paling umum adalah demam, kelelahan, penurunan berat badan, serta infeksi kulit dan pernapasan. Muntah, diare, infeksi mulut, dan kerontokan bulu juga dapat menjadi tanda bahwa kucing terjangkit FIV.


Penyebab FIV Pada Kucing

FIV biasanya ditularkan dari satu kucing ke kucing lainnya melalui luka gigitan yang dalam melalui air liur dan darah. Dalam kasus yang jarang terjadi, FIV dapat ditularkan dari induk kucing ke anak kucingnya.


Pengobatan FIV Pada Kucing

Karena FIV tidak dapat disembuhkan, maka fokus utama kami adalah menangani kondisi ini dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kunjungan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali sangatlah penting, di mana dokter hewan akan mengukur kekuatan sistem kekebalan tubuh kucing dan mungkin akan merekomendasikan obat antivirus, perubahan pola makan, atau suplemen. Anda harus sangat proaktif dalam mengobati infeksi baru jika muncul.


Leukimia Kucing atau Feline Leukemia (FeLV)

Feline leukemia (FeLV) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh kucing dan sering keliru dianggap sebagai kanker karena mempengaruhi sumsum tulang.


Gejala Leukemia Kucing

Gejala leukemia kucing meliputi penurunan berat badan, kerusakan bulu, diare kronis, pembesaran kelenjar getah bening, dan kejang. Penularan FeLV dapat terjadi melalui air liur, urine, dan feses kucing yang terinfeksi. Kucing yang lahir dari induk yang terinfeksi juga berisiko tertular.


Penyebab Leukemia Kucing

Risiko penularan leukemia kucing sangat besar, dapat melalui sekresi tubuh seperti air liur, urine, dan kotoran. Anak kucing yang terlahir dari induk yang terinfeksi sangat mungkin ikut tertular, terutama selama masa menyusui.


Pengobatan Leukemia Kucing

Saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan FeLV, tetapi perawatan medis dapat membantu mengelola gejala dan memperpanjang masa hidup kucing.


Panleukopenia Pada Kucing (FPV)

Panleukopenia pada kucing atau Feline Panleukopenia (FPV) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parvovirus. Kondisi ini rentan menyerang kucing, terutama anak kucing. Virus ini perlu diwaspadai karena cepat menular dan menekan respons imun kucing.


Ciri-ciri Kucing terkena virus Panleukopenia

Ciri-ciri Kucing terkena virus Panleukopenia ini biasanya akan menunjukkan gejala seperti muntah, diare, hingga kejang. Kucing berumur 3-5 bulan yang tidak divaksin mungkin memiliki gejala lebih parah seperti tidak mau makan, muntah-muntah, serta penurunan sel darah putih. Dalam rentang 3-5 hari, kucing akan mengalami dehidrasi disertai diare.


Penyebab Panleukopenia Pada Kucing

Virus ini mampu bertahan di lingkungan yang kotor dan di dalam suhu ruangan. Cara penularan FLP terjadi melalui kontak langsung dengan urine maupun tinja dan kontak tidak langsung dengan peralatan yang telah tercemar, seperti tempat makan dan minum, kasur, mainan, dan lainnya.


Pengobatan Panleukopenia Pada Kucing

Setelah tertular, sebagian besar kucing harus menjalani rawat inap. Namun, antibiotik terbukti dapat memerangi virus dan sebagian besar infeksi sekunder di dalam usus. Pemberian antibiotik dapat mencegah perkembangan virus. Jika sudah pulih, kucing tersebut akan kebal terhadap virus FPV seumur hidup.


Bagaimana cara mengetahui apakah kucing saya terkena virus?


Ada beberapa tanda yang dapat mengindikasikan kucing terkena infeksi virus, termasuk demam, batuk, bersin, pilek, dan mata berair. Gejala lainnya dapat berupa kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan kelelahan. Jika Anda mencurigai kucing Anda terkena infeksi virus, penting untuk membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik, mencatat riwayat gejala, dan mungkin melakukan tes diagnostik seperti tes darah atau rontgen untuk membantu menentukan penyebab penyakit.


Jika kucing peliharaan kamu menunjukkan gejala-gejala FIP, segeralah membawanya ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika kamu ingin konsultasi lebih lanjut mengenai Virus FIP dan pengobatannya, kamu bisa hubungi Basmi FIP Indonesia di WhatsAppatau mengunjungi instagram Basmi FIP Indonesiauntuk bisa kami bantu arahkan. Kamu juga bisa membaca panduan lengkap dalam menangani FIP Kucing dengan klik di sini.



238 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page