top of page

Ciri Ciri Kucing Rabies yang Harus Diwaspadai

Meskipun sebagian besar orang mengaitkan rabies dengan anjing, rabies adalah virus yang dapat menyerang mamalia apapun, termasuk kucing dan juga manusia. Virus ini dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia dan berakibat fatal jika tidak diobati sebelum gejala muncul.


Ciri Ciri Kucing Rabies
Kenali Ciri Ciri Kucing Rabies yang Harus Diwaspadai

Namun, para pemilik kucing tidak perlu khawatir dengan virus ini. Pasalnya, virus rabies ini dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan pada kucing secara rutin. Sehingga, kucing peliharaan dipastikan aman dari virus rabies.


Apa itu Rabies Kucing?

Rabies adalah infeksi virus yang hampir selalu berakibat fatal pada hewan yang terjangkit, termasuk kucing. Rabies bekerja dengan cara menyerang sistem saraf pusat dan menyebar melalui sistem saraf hingga mencapai otak. Hewan yang terinfeksi akan mengalami kelumpuhan yang pasti melibatkan sistem pernapasan dan berujung pada kematian.


Penyebab Rabies Kucing

Penyebab paling umum bagi kucing untuk terinfeksi adalah melalui gigitan dari hewan yang terinfeksi, di mana virus ditularkan melalui air liur. Ketika seekor kucing tertular rabies, biasanya hal ini disebabkan oleh gigitan hewan liar yang terinfeksi. Semakin sering kucing Anda bersentuhan dengan hewan liar, semakin tinggi pula risiko penularan rabies.


Ciri-Ciri Rabies Kucing

Ciri-ciri kucing rabies dapat dimulai dengan beberapa gejala awal. Gejala awal rabies mungkin muncul secara bertahap dan sulit dikenali. Selama 2-4 hari pertama infeksi, kucing Anda mungkin mengalami beberapa gejala seperti:

  1. Demam

  2. Kucing tampak kurang berenergi dari biasanya

  3. Nafsu makan kucing kamu menurun.

Apabila gejala ini muncul pada saat kucing kamu mengalami gigitan dari hewan lain, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk meminimalisir kemungkinan paparan rabies.


Gejala rabies pada kucing cenderung berkembang dengan cepat menjadi beberapa gejala seperti:

  1. Terjadinya perubahan perilaku pada kucing menjadi lebih agresif, Kucing menjadi lebih ganas terhadap manusia atau hewan lain.

  2. Kucing menjadi sering kejang

  3. Kesulitan bernapas

  4. Mengeluarkan air liur. Rabies dapat mempengaruhi otot-otot di mulut kucing sehingga mereka tidak dapat menelan. Mereka mungkin mengeluarkan air liur atau busa di mulut.

  5. Kehilangan kontrol otot. Tahap akhir rabies menyebabkan kelumpuhan dan koma.

Pemeriksaan untuk Kucing Rabies

Hingga saat ini, belum ada pemeriksaan yang dapat mendiagnosis infeksi virus rabies pada kucing. Penyakit ini umumnya baru bisa terdeteksi setelah kucing mengalami gejala. Setelah gejala muncul, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan pada pengidap. Ini termasuk bekas gigitan, cakaran atau luka terbuka. Pemeriksaan dapat mengetahui seberapa besar risiko infeksi pada kucing kamu.


Bagaimana Mengobati Kucing Rabies?

Merawat kucing yang terkena rabies merupakan tugas yang menantang, karena tidak ada obat untuk penyakit ini. Begitu gejala muncul, kemungkinan hewan yang terinfeksi tidak akan bertahan hidup. Namun, perawatan suportif merupakan satu-satunya pilihan pengobatan yang tersedia yang dapat membantu memperpanjang hidup kucing. Ini termasuk memberikan obat untuk meredakan ketidaknyamanan atau rasa sakit, pasokan cairan dan nutrisi untuk kucing, serta menjaga lingkungan sebaik mungkin agar tenang dan nyaman.

Ingatlah, langkah terbaik adalah pencegahan, yang mencakup pemberian vaksin pada hewan peliharaan Anda dan menjauhkan mereka dari hewan liar yang dapat menularkan penyakit.


Selain itu beberapa hal berikut bisa kamu lakukan sebagai pencegahan terhadap virus ini:

  1. Melakukan Vaksinasi

  2. Menghindari kucing kontak dengan hewan lain khususnya hewan liar yang menunjukkan gejala.

  3. Memastikan lingkungan rumah kamu terhindar dari hewan liar.

Vaksin Rabies Kucing

Saat ini, belum ada pengobatan atau penyembuhan untuk rabies pada kucing. Sebagai Pemilik Kucing, hal yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksin rabies secara teratur untuk meminimalisir resiko terpapar rabies.


Apakah Kucing Menularkan Rabies ke Manusia?

Berbeda dengan Virus FIP yang tidak menular, kucing yang mengidap rabies dapat menularkan virus rabies kepada pemiliknya. Hewan yang paling sering menularkan rabies kepada manusia adalah melalui gigitan. Ada kemungkinan manusia tertular rabies dari cakaran hewan, tetapi sangat jarang terjadi.


Seperti yang sudah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, Virus FIP pada kucing tidak menular, dan yang menular adalah Virus FCOV (Feline Coronavirus), yang merupakan virus Pembawa FIP pada Kucing. FCOV adalah virus Corona yang terjadi pada kucing dan hanya menular antar kucing saja, dan tidak menular ke manusia ataupun hewan peliharaan lain.


Untuk mengantisipasi penyebaran virus, isolasi kucing Anda dari hewan dan orang lain untuk mencegah penyebaran virus yang potensial. Penting juga untuk menggunakan sarung tangan dan mengambil tindakan pencegahan saat menangani kucing Anda, karena rabies dapat ditularkan melalui air liur dan cairan tubuh lainnya.


Jika kucing peliharaan kamu menunjukkan gejala-gejala FIP, segeralah membawanya ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika kamu ingin konsultasi lebih lanjut mengenai Virus FIP dan pengobatannya, kamu bisa hubungi Basmi FIP Indonesia di WhatsAppatau mengunjungi instagram Basmi FIP Indonesiauntuk bisa kami bantu arahkan. Kamu juga bisa membaca panduan lengkap dalam menangani FIP Kucing dengan klik di sini.


190 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page