Calicivirus pada Kucing: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
- BasmiFIP Indonesia
- 4 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Feline calicivirus (FCV) adalah salah satu infeksi virus yang paling sering menyerang kucing, terutama di lingkungan dengan banyak kucing seperti rumah multi-kucing, pet shop, shelter, atau tempat penitipan. Sebagian kucing hanya mengalami gejala ringan seperti flu, namun tidak sedikit yang berkembang menjadi radang mulut kronis, sariawan parah, sulit makan, dan nyeri berkepanjangan.

Karena pada awalnya FCV sering tampak ringan, banyak kasus baru terdeteksi setelah kondisi kucing memburuk. Memahami bagaimana virus ini bekerja sangat penting agar pemilik kucing dapat lebih cepat mengambil tindakan dan berkonsultasi dengan dokter hewan.
Apa Itu Feline Calicivirus (FCV)?
Feline calicivirus adalah virus RNA dari keluarga Caliciviridae. Virus ini sering dikaitkan dengan flu kucing, namun juga merupakan penyebab utama radang kronis di rongga mulut, seperti:
Gingivitis (radang gusi)
Stomatitis (radang mulut)
Sariawan di mulut dan lidah
Feline Chronic Gingivostomatitis (FCGS)
Berbeda dengan infeksi jangka pendek, FCV dapat bertahan lama di dalam tubuh kucing dan memicu peradangan berulang, terutama pada kucing dewasa.
Bagaimana Calicivirus Menular pada Kucing?
FCV sangat mudah menular melalui:
Kontak langsung dengan kucing terinfeksi
Air liur, cairan hidung, dan cairan mata
Tempat makan, litter box, alas tidur, dan alat grooming yang dipakai bersama
Risiko penularan sangat tinggi di lingkungan dengan banyak kucing. Beberapa kucing dapat menjadi carrier, yaitu tetap menularkan virus meskipun tampak sehat.
Gejala Umum Calicivirus pada Kucing
Gejala Awal atau Umum
Demam
Kucing terlihat lemas
Bersin atau pilek
Nafsu makan menurun
Gejala Mulut dan Gigi
Seiring perkembangan penyakit, gejala di mulut biasanya menjadi paling dominan, seperti:
Gusi bengkak atau berdarah
Sariawan di lidah, gusi, atau pipi
Air liur berlebihan (drooling)
Bau mulut menyengat
Sulit mengunyah atau menelan
Banyak kucing mendekati makanan tetapi tidak jadi makan karena nyeri, yang akhirnya menyebabkan penurunan berat badan.
Kucing Pincang Akibat FCV (Limping Calici)
Sebagian kucing, terutama anak kucing, dapat mengalami pincang sementara akibat peradangan sendi yang dipicu FCV. Kondisi ini perlu evaluasi dokter hewan untuk memastikan penyebabnya.
FCV Berat atau Sistemik
Dalam kasus yang jarang, dapat terjadi virulent systemic feline calicivirus (VS-FCV)Â yang ditandai dengan:
Pembengkakan wajah atau kaki
Demam tinggi
Kondisi lemas berat
Gangguan organ dalam
Kondisi ini merupakan darurat medis.
Calicivirus pada Anak Kucing
Anak kucing lebih rentan karena sistem imun yang belum matang. Gejala dapat memburuk dengan cepat, sehingga pemeriksaan dini oleh dokter hewan sangat penting.
Bagaimana Dokter Hewan Mendiagnosis FCV?
Diagnosis FCV biasanya melibatkan:
Pemeriksaan fisik dan rongga mulut
Riwayat kesehatan dan lingkungan
Tes PCR untuk mendeteksi materi genetik virus
Menyingkirkan penyakit lain seperti herpesvirus kucing
Dokter hewan juga menilai tingkat keparahan dan kronisitas penyakit sebelum menentukan rencana penanganan.
Penanganan Calicivirus pada Kucing
Penanganan FCV, terutama yang melibatkan radang mulut, memerlukan pendekatan jangka panjang yang menargetkan aktivitas virus, peradangan, dan nyeri.
Opsi Antivirus untuk FCV (Dengan Pengawasan Dokter Hewan)
Pada kucing yang terdiagnosis FCV, terapi antivirus dapat dipertimbangkan di bawah pengawasan dokter hewansebagai bagian dari rencana penanganan.
CaliciXâ„¢ (15 mg EIDD-1931)
CaliciXâ„¢ adalah kapsul antivirus oral yang dirancang untuk membantu kucing dengan FCV tingkat sedang hingga lanjut, terutama yang mengalami:
Gingivitis dan stomatitis kronis
Sariawan mulut akibat FCV
Radang mulut persisten yang menyebabkan nyeri dan sulit makan
CaliciX™ ditujukan untuk manajemen jangka panjang pada kucing dengan gejala FCV berulang.
CaliciXâ„¢ Max (30 mg EIDD-1931)
CaliciXâ„¢ Max merupakan formulasi dosis lebih tinggi yang dipertimbangkan untuk kasus FCV berat atau refrakter, seperti:
FCGS berat
Luka sariawan lidah yang dalam
FCV sistemik (VS-FCV)
Kekuatan lebih tinggi memungkinkan paparan antivirus yang lebih adekuat dengan jumlah kapsul lebih sedikit, sesuai arahan dokter hewan.
Catatan Penting
CaliciXâ„¢ dan CaliciXâ„¢ Max bukan pengganti diagnosis atau perawatan dokter hewan
Dosis dan durasi harus ditentukan oleh dokter hewan
Respon tiap kucing dapat berbeda
Terapi suportif (pereda nyeri, nutrisi, perawatan gigi) tetap sangat penting
Pencegahan Calicivirus pada Kucing
Upaya pencegahan meliputi:
Vaksinasi rutin
Mengurangi stres pada kucing
Menjaga kebersihan lingkungan
Isolasi kucing yang sakit bila memungkinkan
Vaksin tidak selalu mencegah infeksi, tetapi dapat mengurangi tingkat keparahan gejala.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Segera konsultasi jika kucing menunjukkan:
Drooling terus-menerus atau nyeri mulut
Sulit makan
Berat badan turun
Pincang atau demam
Radang mulut kronis
Penanganan lebih awal membantu meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup kucing.
Kesimpulan
Calicivirus pada kucing bukan sekadar flu biasa. Virus ini dapat menyebabkan nyeri mulut berkepanjangan dan peradangan kronis. Dengan deteksi dini, bimbingan dokter hewan, dan penanganan yang tepat—termasuk dukungan antivirus bila diperlukan—banyak kucing tetap dapat hidup nyaman.
Jika kamu mencurigai kucingmu terkena FCV, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
Konsultasi GRATIS Jika Kucing Kamu Mengalami Calicivirus (FCV)
Jika dokter hewan mencurigai atau mendiagnosis kucing kamu dengan Feline Calicivirus (FCV)—terutama jika disertai sariawan mulut, drooling berlebihan, sulit makan, atau radang mulut kronis—kamu tidak perlu menghadapi ini sendirian.
Tim BasmiFIP Indonesia siap membantu kamu memahami kondisi kucingmu dan mendiskusikan opsi penanganan FCV berdasarkan panduan dokter hewan.
Website:Â basmifipindonesia.com
WhatsApp: ‪+62 812‑2000‑9604‬‬
Instagram:Â basmifipid
Facebook: BasmiFIP Indonesia